Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) Pendonor “Food For All”

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) Pendonor “Food For All”

  1. Apa itu Food for All?

Food For All Project adalah proyek sosial yang digagas Sedekah Buku Indonesia dan Yayasan Tanpabatas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak pandemik covid 19

  • Apa tujuan Food For All?

Tujuan Food For All adalah untuk membantu saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan/penghasilan akibat terdampak pandemik covid 19  dengan cara memberikan bantuan berupa paket sembako.

  • Siapakah penerima bantuan Food For All?

Syarat  utama untuk mendapatkan bantuan adalah pekerja tetap yang kehilangan pekerjaan (PHK) atau tanpa mendapatkan pesangon atau pekerja yang dirumahkan tanpa mendapatkan gaji, pekerja harian, pekerja serabutan, pedagang kecil (UMKM) yang kehilangan penghasilan karena terdampak pandemic covid 19 yang termasuk salah satu/lebih dari kriteria-kriteria berikut:

  • Memiliki penghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR) kota/kabupaten
  • Memiliki anak/tanggungan
  • Penyandang Difabel/memiliki keluarga difabel
  • Wanita berstatus Janda/ Orang tua Tunggal
  • Bantuan yang diberikan berupa apa?

Bantuan yang diberikan berupa  paket sembako (Beras, Minyak Goreng, Gula, Kopi/Teh, handsanitizer, Masker kain) dan uang tunai dengan nilai total (sembako + Uang Tunai) = Rp. 800.000,-

  • Berapa jumlah minimal untuk donasi?

Donasi dimulai dari Rp 10.000 sampai dengan tak terbatas, sesuai dengan yang dikehendaki oleh pendonor.

  • Bagaimana proses verifikasi untuk penerima bantuan?

Calon penerima bantuan diwajibkan untuk melampirkan surat PHK bagi pekerja yang mengalami PHK atau memberikan nomor telephone manajer HR tempat penerima bantuan bekerja untuk dikonfirmasi oleh tim Food For All atau surat keterangan tidak mampu untuk penerima bantuan yang belum/tidak bekerja.

  • Bagaimana caranya untuk memberikan donasi?

Penggalangan dana Food For All dilakukan melalui platform kitabisa.com dengan cara klik pada tautan berikut  dapat dilakukan melalui smartphone/laptop/PC. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Klik/tekan pada tautan https://kitabisa.com/campaign/foodforall
  2. Klik/tekan tombol donasi sekarang
  1. Masukan Nominal donasi
  1. Pilih metode pembayaran yang tersedia
  1. Isi identitas diri (apabila belum login), jika sudah login silakan lanjutkan ke Lanjutkan Pembayaran.
  1. Nomor rekening bank tujuan Kitabisa akan tertera pada akhir proses donasi online.
  1. Segera lakukan transfer ke rekening bank yang Anda pilih sejumlah nominal beserta kode unik 19 di dua digit terakhir nominal dan lakukan dalam batas waktu yang ditentukan.
  1. Kapan batas waktu penerimaan donasi?

Batas waktu penerimaan donasi Food For All pada tanggal 31 Mei 2020 pukul 23.59 WIB.

  1. Bagaimana proses pendistribusian bantuan?

Distribusi dikirimkan ke alamat penerima bantuan yang telah terdaftar di daftar penerima bantuan Food For All Project.

  1. Bagaimana pendonor mengetahui progress kegiatan Food For All?

Untuk mengetahui informasi progress kegiatan Food For All dapat di akses di Instagram Account  @sedekahbukuid atau @temantanpabatas.

FOOD FOR ALL Campaign (Untuk Mereka Yang Terdampak PHK)

FOOD FOR ALL Campaign (Untuk Mereka Yang Terdampak PHK)

Sambal Balada Covid-19 di Indonesia

Sambal, sambal apa yang enak?
Yang pasti bukan Sambal Balada. Apalagi kalau baladanya balada Covid-19 🙁

Ini adalah beberapa kisah yang harusnya nikmat kayak sambal balado, tapi sayang yang terasa hanya pedasnya saja.

  • Deden, 38 tahun, adalah seorang cleaning service di sebuah restoran di Bandung. Dengan penghasilannya yang dibawah UMR, Deden berusaha menghidupi kedua anaknya. Semenjak Covid-19 mampir di Bandung, restoran tempat Deden bekerja harus tutup. Alhasil, Deden kini luntang lantung menjadi job seeker demi menafkahi keluarganya.
  • Kisah lain datang dari Selatan Jakarta. Citra, 35 tahun, adalah seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko. Dengan penghasilannya yang tipis-tipis di tepian UMR, Ia harus sering-sering mengurut pelipis dalam membiayai kebutuhan empat anaknya di masa pandemi ini.
  • Eric dari Bekasi adalah seorang tuna rungu dengan bakat melukis. Dengan semangat ingin mandiri, ia berwiraswasta dengan menjual lukisan karyanya. Sayang karena sekarang orang-orang lagi physical distancing, penjualan lukisan Eric menurun. Akibatnya, omset dia juga turun deh.

Deden, Citra, Eric dan 1.770.913 orang (Kemenaker per 12 Mei 2020) kehilangan penghasilannya dan terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya saat ini. Di hari-hari normal, mereka hanya nyaris hidup dari pendapatan yang mayoritas di bawah UMR. Lantas bagaimanakah kondisi mereka di masa pandemi Covid-19?

Sedekah Buku Indonesia dan Yayasan Tanpabatas membuka donasi untuk membantu Deden, Citra, Eric dan saudara-saudara kita lainnya yang mengalami PHK tanpa pesangon dan pedagang/pekerja harian yang kehilangan penghasilannya dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

  1. Pekerja berpenghasilan di bawah UMR kota/kabupaten/ Pekerja kelas menengah-bawah;
  2. Memiliki Anak / Tanggungan;
  3. Penyandang difabel atau memiliki Keluarga Difabel;
  4. Wanita Berstatus Janda/ Single Parent.

Dengan cara memberikan donasi untuk membantu mereka kita turut membantu memenuhi kebutuhannya dan tidak kehilangan harapan untuk tetap bertahan di situasi yang tidak menentu ini.

Klik pada tautan http://kitabisa.com/campaign/foodforall untuk memberikan donasi sekarang.

Untuk informasi lebih lanjut di Instagram @sedekahbukuid atau dapat menghubungi Puput (0856 9757 4660) / Juan (0878 8687 5833).

Sekecil apapun bantuan akan membuat perbedaan dalam hidup saudara kita.
Terimakasih telah berbagi kebaikan.

#foodforall #temantanpabatas #sedekahbukuid #covid19 #donasi