Profil Sedekah Buku Indonesia

Profil Sedekah Buku Indonesia

Program dalam bidang Pendidikan dan sosial kemasyarakatan kami usung bernama Sedekah Buku Indonesia. Gagasan awal bermula di kota Bandung, Desember 2014.

Program Sedekah Buku Indonesia memiliki dua kegiatan utama yaitu, pertama mengumpulkan donasi buku-buku layak baca untuk anak hingga remaja. Kedua, donasi buku yang terkumpul akan didistribusikan ke berbagai daerah yang ada penjuru tanah air Republik Indonesia. Adapun beneficiaries (penerima manfaat) telah kami susun dengan tiga target spesifik adalah;

  1. Perpustakaan Sekolah (yang belum memiliki perpustakaan/ ingin menambah bahan bacaan),
  2. Sudut Baca atau Taman baca anak (yang akan didirikan/ ingin menambah bahan bacaan),
  3. Panti asuhan anak dan remaja.

Tujuan dari ketiga entitas tersebut guna membantu sekolah/ taman baca/ panti asuhan dalam memfasilitasi bahan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik entitas.

Pada tahun 2016, Sedekah Buku Indonesia mendapatkan bantuan fisik berupa buku dari program CSR CIMB NIAGA bank. Sejumlah lebih dari 1000 buku disalurkan kepada komunitas kami dan selanjutnya kami distribusikan kembali ke beberapa titik beneficiaries di Bandung dan Lombok. Selanjutnya pada tahun 2017, kami mendapatkan bantuan dana sejumlah Rp 50.000.000 untuk melakukan distribusi buku ke 10 titik kota besar di Indonesia dan membangun taman bacaan.

Berkat bantuan berbagai pihak dan tangan Tuhan pada Bulan Agustus 2018 lalu, kami meresmikan sebuah taman baca bernama Rumah Mimpi di Kampung Singabarong, kaki gunung Gede Pangrango, Cianjur. Rumah Mimpi merupakan kolaborasi komunitas dengan warga setempat untuk membangun rumah baca yang dapat diakses oleh warga dan anak-anak. Tak hanya itu, Rumah Mimpi pun dikunjungi oleh anak-anak dari kampung lainnya. Kami memanfaatkan tanah wakaf dan menggunakan ruangan tak terpakai selepas mushola tidak digunakan. Bersama warga Kampung Singabarong melakukan pemugaran, perbaikan, penambahan alat-alat pendukung seperti lemari buku, serta mendonasikan sekitar 800 buku. Pada peresmian Rumah Mimpi, kami bekerjasama dengan adik-adik Sekolah Alam Cikeas dan Karang Taruna Kampung untuk menggelar kegiatan perayaan Kemerdekaan Indonesia dengan permainan dan perlombaan untuk anak-anak dan warga.

Adapun pemberdayaan pengelola taman bacaan untuk melakukan pendampingan terhadap pemanfaatan buku yang telah didistribusikan dan memastikan terjaganya buku ataupun perpustakaan. Peran ini diambil oleh warga setempat yang bekerja sebagai tenaga pendidik formal (SD) dan juga melibatkan beberapa tenaga pengajar informal untuk materi iman dan taqwa. Jumlah anak yang terdaftar di Rumah Mimpi sebanyak 72 anak.

Tahun 2019 ini memasuki tahun kelima Sedekah Buku Indonesia telah berjalan. Berkat bantuan dari donatur, relawan, dan para pengelola sekolah/ taman bacaan/ panti asuhan, komunitas Sedekah Buku Indonesia telah menyebarkan lebih dari 25.000 buku. Jenis buku dan pengajaran dititikberatkan pada nonpelajaran, wawasan tambahan, agama Islam, dll Jumlah buku dan target distribusi akan terus bertambah seiring dengan keterlibatan berbagai pihak.

Ide awal terbentuknya kegiatan ini adalah semangat berbagi untuk meningkatkan wawasan dan dorongan berprestasi anak-anak Indonesia melalui sebuah media bernama buku. Awalnya penggagas dan beberapa teman relawan yang sering datang berkunjung ke daerah-daerah terpencil. Kami menemukan bahwa anak-anak kurang minat untuk membaca karena kurangnya fasilitas bahan bacaan di sekolah ataupun di rumah. Hal ini disimpulkan saat berkunjung mengililingi beberapa titik di pedalaman Sulawesi. Di sisi lain, ternyata terdapat sejumlah lokasi yang memiliki anak-anak yang semangat belajar tinggi namun lagi-lagi kurang adanya fasilitas pendukung seperti buku dan alat peraga ataupun mainan. Seperti kita ketahui bahwa buku merupakan tools dasar yang perlu dimiliki oleh sekolah, taman bacaan maupun di rumah-rumah warga. Selain itu, fungsi pendampingan dari orang dewasa yang masih minim untuk mengembangkan pemahaman terhadap apa yang sudah anak-anak pelajari.

Penggagas Sedekah Buku Indonesia bernama Nur Anugerah, M.Psi, Psikolog. Saat ini berusia 32 tahun, merupakan perempuan berdarah Bugis-Makassar, namun mengenyam pendidikan dasar hingga profesi di kota Bandung. Ketertarikan dan ide muncul program ini berawal dari kesenangan membaca buku dan dampak positif dari membaca buku yang akhirnya mendorong penggagas menetapkan mimpi sebagai seorang Psikolog. Sebenarnya penggagas bukan berasal dari keluarga yang memiliki pendidikan tinggi. Saat menyampaikan mimpi dan cita-cita sebagai Psikolog pada orang tua, mereka sempat kebingungan dengan pilihan cita-citanya. Belum pernah ada sejarah dalam keluarga penggagas yang menekuni bidang tersebut. Penggagas tetap maju dan menetapkan langkah untuk menggapai mimpi karena terinspirasi dari salah satu buku berjudul 7 Habits for Teens yang sudah dibaca sejak remaja SMP. Buku itu mengingatkan untuk selalu berorientasi pada tujuan akhir. Kisah ini yang ingin ia bagikan melalui donasi buku. Dengan berbagi buku-buku berkualitas, harapannya mampu mendorong adik-adik dari daerah terpencil untuk menetapkan mimpi dan berjuang untuk menggapai mimpi.

Oleh karena itu, program kami adalah memfasilitasi alat pendukung berupa buku dan juga mendorong pendamping untuk melakukan tugasnya membantu anak-anak di berbagai penjuru negeri Indonesia.

Motive

Dorongan untuk menggagas Sedekah Buku Indonesia adalah keinginan untuk berbagai semangat untuk menggapai mimpi. Melalui buku Sebagai media bahan bacaan yang mampu membuka jendela mimpi anak-anak Indonesia.

Tujuan berkontribusi dalam kegiatan pendidikan ini erat kaitannya dengan ranah sosial kemasyarakatan. Awalanya kami hanya melakukan kegiatan donasi dalam termin waktu tertentu saja, namun kini sepanjang tahun kami melakukan penerimaan donasi dan juga mendistribusikan buku-buku sesuai dengan kebutuhan beneficiaries. Kegiatan yang bersifat jangka panjang pun mulai kami lakukan dengan adanya Rumah Mimpi di Kampung Singabarong, Cianjur. Adanya Rumah Mimpi secara berkelanjutan membangun budaya membaca dan mengajak anak lebih rajin melakukan kegiatan produktif di rumah baca. Adapun potensi ekonomi yang dapat kami bangun dari rumah baca ini adalah membuat kelas les atau pelajaran tambahan dengan berbayar meskipun tidak dalam jumlah yang besar. Pertimbangan untuk tetap menjaga pengelolaan operasional dari Rumah Baca dan donasi untuk tenaga pengajar serta pendidik.

Menariknya Kampung Singabarong ini memiliki potensi peternakan sapi. Terdapat warga yang memiliki sapi dan ingin melakukan usaha untuk perah susu sapi. Beberapa orang diantara mereka telah mengikuti kelas untuk mengelola susu sapi. Adapun potensi agronomi, dalam bentuk bunga, sayur mayur yang masih dapat dikembangkan. Sebenarnya Kampung Singabarong ini dapat dijadikan desa binaan untuk memberdayakan potensi daerah yang belum tergali.

Saat ini kami sedang mengarah kepada pembentukan yayasan untuk menaungi kegiatan sosial kemasyarakatan yang akan dilakukan. Adapun apabila rencana pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di daerah kampung dapat terakomodir. Kami ingin mengembangkan berbagai kapasitas daerah dengan modal sosial yang dimiliki oleh Kampung Singabarong.

Obstacle

Dalam kegiatan Sedekah Buku Indonesia kami memiliki kendala seperti pembiayaan untuk distribusi buku. Target distribusi yang cukup jauh/ terpencil dan lokasi pengumpulan donasi yang biasanya di kota-kota besar. Sebagian besar distribusi buku menggunakan biaya jasa ekspedisi dan perhitungan berat beban buku yang dikirimkan. Buku memiliki massa tertentu dengan harga yang sudah ditetapkan ketika menggunakan jasa ekspedisi tertentu. Biaya pengiriman buku yang cukup mahal sebenarnya dapat dikonversikan untuk membeli buku baru.

Oleh karena itu, tahun kedua kami mencoba untuk memberdayakan teman-teman volunteer di kota-kota besar untuk membantu proses distribusi buku  hingga ke area terpencil. Kami melibatkan volunteer di Jogjakarta untuk menjangkau beneficiaries yang berada di daerah Jawa Tengah dan Timur ataupun daerah Timur lainnya. Sedangkan rekan volunteer di Makassar dapat menjangkau penerima buku di pulau Sulawesi dan sekitarnya. Sedangkan Bandung dan Jabodetabek dapat menjangkau berbagai daerah lain.Hasil kolaborasi volunteer membuat Sedekah Buku Indonesia dapat mendistribusikan buku lebih banyak dengan jangkauan distribusi yang lebih luas sehingga dapat dilakukan hingga pulau-pulau yang jauh dari kota besar.

Selain itu, kendala kami belum memiliki basecamp tetap untuk melakukan kegiatan sortir, packing, dan penempatan sementara buku-buku donasi yang masih berpindah-pindah. Setiap tahun lokasi basecamp masih berubah-ubah sesuai dengan kesediaan para volunteer. Jumlah volunteer yang susunannya tidak tetap pun masih menjadi tantangan untuk keberlangsungan komunitas. Meskipun begitu, Sedekah Buku Indonesia telah membuka open recruitment volunteers di Jabodetabek dan juga akan terus mengumpulkan buku-buku dimana pun basecamp untuk dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Rencana jangka panjang Sedekah Buku Indonesia ingin menjadikan kampung Singabarong, Kab. Cianjut sebagai desa binaan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan, sosial dan ekonomi. Kendala pemberdayaan masyarakat secara terstruktur masih diperlukan untuk menganalisis kemampuan desa. Oleh karena itu, kami membutuhkan pendampingan dari para expert untuk membuat rencana jangka panjang dalam membuat desa binaan yang berkembang sesuai dengan potensi kampung tersebut. Saat ini penggagas belajar dan berdiskusi dengan seorang tokoh expert yang berhasil membuat bank desa. Selain itu mengadakan pertemuan-pertemuan informal dengan para founder kegiatan sosial atau komunitas lain.

Outcome

Kegiatan distribusi Sedekah Buku Indonesia ini bermanfaat bagi tiga beneficiaries yaitu; anak- anak yang belajar di rumah baca, sekolah maupun penghuni panti asuhan. Pada tahun pertama 2014-2015, kami berhasil menjangkau 15 titik di penjuru Indonesia dengan jumlah buku terdistribusi sebanyak 2500. Lalu pada tahun berikutnya terus bertambah jumlah donasi buku terkumpul dan didistribusikan. Khususnya pada tahun 2018 ini telah terdistribusi lebih dari 10.000 buku di 10 kota di Indonesia dengan melibatkan sekitar 7 komunitas pendukung kegiatan Sedekah Buku Indonesia. Adapun kolaborasi yang telah dilakukan oleh Sedekah Buku Indonesia dalam rangka funding, promosimaupun distribusi buku dengan penerbit buku, café, radio, surat kabar dan TV, berbagai komunitas seperti komunitas literasi, pendongeng, Drone School, komunitas sosial, professional, korporasi seperti Bank, dll.

Aktifitas yang dilakukan adalah pengumpulan donasi buku, sortir buku sesuai kebutuhan target donasi, melakukan distribusi buku. Pihak-pihak yang terlibat adalah volunteer, guru pendamping dan beneficiaries (sekolah/ tamanbacaan dan panti asuhan).

Sedangkan secara spesifik, pembuatan rumah baca yang telah kami dirikan “Rumah Mimpi” dapat dimanfaatkan oleh satu kampung yang bernama Kampung Singabarong dengan jumlah anak-anak terdaftar yaitu 72 anak. Bentuk manfaat yang dapat kami bagikan adalah penyediaan fasilitas pendukung berupa buku gratis, peralatan proses belajar di rumah baca dan juga penyediaan pendamping tambahan. Aktifitas rumah belajar yang dilakukan adalah membuat les tambahan untuk pelajaran sekolah setiap dua kali seminggu bersama guru les dari kampung sebelah, kelas non pelajaran dengan guru mengaji setiap hari sehabis solat magrib, kelas wawasan tambahan tentative sesuai ketersediaan pendamping.

Outreach

Sedekah Buku Indonesia telah mendistribusikan buku sekitar 25.000 buku ke lebih dari 50 titik di seluruh penjuru Indonesia (Sekolah, Taman Baca maupun Panti Asuhan). Kami baru saja meluncurkan website untuk memperluas pengenalan publik terhadap kegiatan kami melalui www.sedekahbuku.id. Dalam website tersebut baik donatur maupun calon penerima manfaat dapat menggali informasi mengenai program yang telah dan akan kami lakukan.

Tahun 2018 lalu kami mendampingi pembentukan Rumah Baca di Kampung Singabarong.  Kami berencana menambah kembali pembentukan rumah baca di berbagi kota di Indonesia sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh Sedekah Buku Indonesia.

Sustainability

Keberlangsungan program Sedekah Buku Indonesia dengan membentuk Yayasan. Komitmen komunitas untuk melanjutkan program Sedekah Buku Indonesia dengan mendaftarkan secara legal dengan adanya peresmian organisasi secara hukum. Adapun program utama dari pengumpulan donasi dan distribusi donasi yang lebih luas dan terbuka sehingga semakin banyak daerah-daerah yang mendapatkan distribusi buku.

Semangat berbagi yang kami bangun harapannya tidak hanya bersifat eventual namun dalam jangka waktu yang panjang. Tim kecil yang terdiri dari 3 orang pengelola utama dan didukung oleh puluhan volunteer di berbagai daerah harapannya dapat membantu keberlangsungan program komunitas. Kami sedang menjajaki pendekatan dengan sekolah dan kampus untuk mengumpulkan volunteer mahasiswa guna terlibat dalam membangun Desa Binaan. Apabila tahun lalu kami berhasil kolaborasi dengan Sekolah Alam, harapannya tahun 2019 ini kami bisa menjalin kerjasama dengan kampus. 

Berhubungan dengan kendala untuk memastikan keberlangsungan program Sedekah Buku Indonesia telah disebutkan di atas. Saat ini kebutuhan pendampingan dan mentorship untuk membangun gerakan sosial ekonomi kemasyarakatan melalui pihak lain yang berpengalaman dalam mengelola komunitas dan potensi daerah.

Bila perlu dilampirkan beberapa Foto dokumentasi kegiatan

  1. Distribusi buku pertama ke Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan
  1. Publikasi dalam kegiatan Book Funding, kolaborasi dengan beberapa komunitas dan pihak swasta
  1. Liputan Media Sedekah Buku Indonesia  (Pikiran Rakyat, Jawa Pos)  
  1. Sedekah Buku Indonesia mendapatkan CSR untuk membangun rumah baca dan distribusi buku ke berbagai titik di Indonesia
  1. Distribusi donasi buku ke Papua
  1. Peresmian Rumah Mimpi, Kampung Singabarong, Cianjur
  1. Distribusi Buku ke Pulau Bawean
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) Pendonor “Food For All”

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) Pendonor “Food For All”

  1. Apa itu Food for All?

Food For All Project adalah proyek sosial yang digagas Sedekah Buku Indonesia dan Yayasan Tanpabatas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak pandemik covid 19

  • Apa tujuan Food For All?

Tujuan Food For All adalah untuk membantu saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan/penghasilan akibat terdampak pandemik covid 19  dengan cara memberikan bantuan berupa paket sembako.

  • Siapakah penerima bantuan Food For All?

Syarat  utama untuk mendapatkan bantuan adalah pekerja tetap yang kehilangan pekerjaan (PHK) atau tanpa mendapatkan pesangon atau pekerja yang dirumahkan tanpa mendapatkan gaji, pekerja harian, pekerja serabutan, pedagang kecil (UMKM) yang kehilangan penghasilan karena terdampak pandemic covid 19 yang termasuk salah satu/lebih dari kriteria-kriteria berikut:

  • Memiliki penghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR) kota/kabupaten
  • Memiliki anak/tanggungan
  • Penyandang Difabel/memiliki keluarga difabel
  • Wanita berstatus Janda/ Orang tua Tunggal
  • Bantuan yang diberikan berupa apa?

Bantuan yang diberikan berupa  paket sembako (Beras, Minyak Goreng, Gula, Kopi/Teh, handsanitizer, Masker kain) dan uang tunai dengan nilai total (sembako + Uang Tunai) = Rp. 800.000,-

  • Berapa jumlah minimal untuk donasi?

Donasi dimulai dari Rp 10.000 sampai dengan tak terbatas, sesuai dengan yang dikehendaki oleh pendonor.

  • Bagaimana proses verifikasi untuk penerima bantuan?

Calon penerima bantuan diwajibkan untuk melampirkan surat PHK bagi pekerja yang mengalami PHK atau memberikan nomor telephone manajer HR tempat penerima bantuan bekerja untuk dikonfirmasi oleh tim Food For All atau surat keterangan tidak mampu untuk penerima bantuan yang belum/tidak bekerja.

  • Bagaimana caranya untuk memberikan donasi?

Penggalangan dana Food For All dilakukan melalui platform kitabisa.com dengan cara klik pada tautan berikut  dapat dilakukan melalui smartphone/laptop/PC. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Klik/tekan pada tautan https://kitabisa.com/campaign/foodforall
  2. Klik/tekan tombol donasi sekarang
  1. Masukan Nominal donasi
  1. Pilih metode pembayaran yang tersedia
  1. Isi identitas diri (apabila belum login), jika sudah login silakan lanjutkan ke Lanjutkan Pembayaran.
  1. Nomor rekening bank tujuan Kitabisa akan tertera pada akhir proses donasi online.
  1. Segera lakukan transfer ke rekening bank yang Anda pilih sejumlah nominal beserta kode unik 19 di dua digit terakhir nominal dan lakukan dalam batas waktu yang ditentukan.
  1. Kapan batas waktu penerimaan donasi?

Batas waktu penerimaan donasi Food For All pada tanggal 31 Mei 2020 pukul 23.59 WIB.

  1. Bagaimana proses pendistribusian bantuan?

Distribusi dikirimkan ke alamat penerima bantuan yang telah terdaftar di daftar penerima bantuan Food For All Project.

  1. Bagaimana pendonor mengetahui progress kegiatan Food For All?

Untuk mengetahui informasi progress kegiatan Food For All dapat di akses di Instagram Account  @sedekahbukuid atau @temantanpabatas.

FOOD FOR ALL Campaign (Untuk Mereka Yang Terdampak PHK)

FOOD FOR ALL Campaign (Untuk Mereka Yang Terdampak PHK)

Sambal Balada Covid-19 di Indonesia

Sambal, sambal apa yang enak?
Yang pasti bukan Sambal Balada. Apalagi kalau baladanya balada Covid-19 🙁

Ini adalah beberapa kisah yang harusnya nikmat kayak sambal balado, tapi sayang yang terasa hanya pedasnya saja.

  • Deden, 38 tahun, adalah seorang cleaning service di sebuah restoran di Bandung. Dengan penghasilannya yang dibawah UMR, Deden berusaha menghidupi kedua anaknya. Semenjak Covid-19 mampir di Bandung, restoran tempat Deden bekerja harus tutup. Alhasil, Deden kini luntang lantung menjadi job seeker demi menafkahi keluarganya.
  • Kisah lain datang dari Selatan Jakarta. Citra, 35 tahun, adalah seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko. Dengan penghasilannya yang tipis-tipis di tepian UMR, Ia harus sering-sering mengurut pelipis dalam membiayai kebutuhan empat anaknya di masa pandemi ini.
  • Eric dari Bekasi adalah seorang tuna rungu dengan bakat melukis. Dengan semangat ingin mandiri, ia berwiraswasta dengan menjual lukisan karyanya. Sayang karena sekarang orang-orang lagi physical distancing, penjualan lukisan Eric menurun. Akibatnya, omset dia juga turun deh.

Deden, Citra, Eric dan 1.770.913 orang (Kemenaker per 12 Mei 2020) kehilangan penghasilannya dan terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya saat ini. Di hari-hari normal, mereka hanya nyaris hidup dari pendapatan yang mayoritas di bawah UMR. Lantas bagaimanakah kondisi mereka di masa pandemi Covid-19?

Sedekah Buku Indonesia dan Yayasan Tanpabatas membuka donasi untuk membantu Deden, Citra, Eric dan saudara-saudara kita lainnya yang mengalami PHK tanpa pesangon dan pedagang/pekerja harian yang kehilangan penghasilannya dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

  1. Pekerja berpenghasilan di bawah UMR kota/kabupaten/ Pekerja kelas menengah-bawah;
  2. Memiliki Anak / Tanggungan;
  3. Penyandang difabel atau memiliki Keluarga Difabel;
  4. Wanita Berstatus Janda/ Single Parent.

Dengan cara memberikan donasi untuk membantu mereka kita turut membantu memenuhi kebutuhannya dan tidak kehilangan harapan untuk tetap bertahan di situasi yang tidak menentu ini.

Klik pada tautan http://kitabisa.com/campaign/foodforall untuk memberikan donasi sekarang.

Untuk informasi lebih lanjut di Instagram @sedekahbukuid atau dapat menghubungi Puput (0856 9757 4660) / Juan (0878 8687 5833).

Sekecil apapun bantuan akan membuat perbedaan dalam hidup saudara kita.
Terimakasih telah berbagi kebaikan.

#foodforall #temantanpabatas #sedekahbukuid #covid19 #donasi